Sosok Tumenggung Rajekwesi Kendal

Tumenggung Rajekwesi atau Ki Ageng Kemangi memiliki nama asli Sokerto Wongso Dikromo tidak terlepas Kendal sebuah wilayah di Jawa Tengah. Selain ikut serta menyebarkan agama islam di penjuru wilayah Kabupaten Kendal, Tumenggung Rajekwesi merupakan sosok yang memiliki kemampuan ilmu kanuragan dan kebatinan yang sangat mumpuni dan juga menguasai strategi perang.

Tumenggung Rajekwesi Kendal

Penyerangan ke Batavia

Tumenggung Rajekwesi adalah salah satu Tumenggung dari Kerajaan Mataram yang diamanahi oleh Tumenggung Bahurekso Kendal untuk memimpin rapat rahasia bersama 26 Tumenggung lainnya untuk mengatur serangan ke Batavia (Jakarta) pada tahun 1628 dan 1629.

Tumenggung Bahurekso Kendal yang pada waktu itu menjadi panglima perang Kerjaan Mataram mandat-mandat langsung dari Sultan Agung Mataram agar segera menyerang Belanda ke Batavia, dengan alasan Belanda sudah hampir menguasasi semua perdagangan di Wilayah Kerajaan Mataram.

Dengan demikian Bahurekso meminta kepada Rajekwesi untuk segera memimpin rapat rahasia yang akan dihadiri oleh para petinggi Kerajaan Mataram. Ditunjuknya Rajekwesi oleh Tumenggung Bahurekso tidak serta-merta tanpa alasan, namun beliau paham betul kemampuan Rajekwesi.

Atas perintah Tumenggung Bahurekso, Rajekwesi segera menjalankan tugasnya, namun sebelum melaksanakan rapat rahasia tersebut, beliau bermunajad kepada Allah SWT untuk meminta petunjuk agar saat melaksanakan rapat bisa berjalan lancar sesuai harapan. Akhirnya beliau mendapatkan petunjuk (Ilham) untuk mengambil 5 batang besi yang kemudian diberi doa dan dipasang di sekeliling area tempat rapat.

Pemasangan 5 batang besi itu bertujuan sebagai tameng atau banteng yang memagari supaya pada saat rapat digelar tidak ada satu pun prajurit atau mata-mata Belanda yang mengetahui rencana strategi untuk menyerang ke Batavia.

Pada waktu pelaksanaan rapat yang bertempat di hutan pesisir pantai Kemangi, tepatnya di Padepokan Laduni Faqoh yang tak lain adalah Padepokan milik Tumenggung Rajekwesi atau Ki Ageng Kemangi, akhirnya rapat tersebut dapat berjalan dengan lancar. Hal itu berkat doa yang dipanjatkat, dan kemampuan Rajekwesi yang mampu memanggil para prajurit jin dari alam gaib untuk memperketat penjagaan saat berlangsungnya rapat

Kemudian usai rapat, beberapa hari kemudian puluhan ribu prajurit dari Kerajaan Mataram pun dikerahkan menuju ke Kabupaten Kendal untuk menambah manuver penyerangan ke Batavia, karena pada waktu itu Kendal menjadi pusat pertahanan kekuatan kerajaan Mataram.

Pada hari penyerangan yang sudah disepakati tiba, para Tumenggung Mataram pun langsung bergerak cepat menyisir pos pos prajurit belanda. Ditengah perjalanan Tumenggung Rajekwesi bersama dengan Tumenggung lainnya banyak mengalami kendala, selain harus berhadapan dengan para prajurit Belanda, prajurit yang beliau komandoi banyak yang terserang penyakit dan kehabisan perbekalan makanan. Tidak hanya itu, tetapi juga dikarenakan jarak tempuh dari Kendal ke Batavia sangatlah jauh, sehingga misi penyerangan untuk mengusir para penjajah tersebut belum berhasil.

Tumenggung Rajekwesi dan Kabupaten Kendal

Atas ketidakberhasilan dalam mensukseskan misi kerajaan, ke 27 Tumenggung tersebut tidak mau kembali ke Kerajaan Mataram, jiwa kesatria yang melekat dalam jiwanya terus berkobar, sehingga mereka memilih untuk tinggal di Kendal dan memperkuat Kabupaten Kendal dalam berbagai bidang, termasuk Temenggung Rajekwesi sendiri lebih memilih menekuni bidang ilmu agama dan ikut serta menyebarkan agama islam di penjuru wilayah Kabupaten Kendal. Sehingga sampai sekarang ini Kendal menjadi kabupaten yang agamis dengan slogan Kendal Beribadat.

Tumenggung Rajekwesi atau yang mempunyai nama asli Sokerto Wongso Dikromo juga menguasai strategi perang, salah satunya beliau pernah melakukan kegiatan telik sandi sendiri dengan cara menyamar sebagai pedagang yang berjualan makanan untuk para prajurit Belanda, sehingga pada waktu penyerangan dilakukan bisa langsung mengetahui dimana saja pos pos yang mereka singgahi

Selain itu, Menurut Kiai Kasturi, Paseban Kemangi adalah sebuah Aula atau Pendopo yang dahulunya digunakan untuk rapat rahasia yang kini telah menjadi tempat pemakaman bagi masyarakat Desa Njungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.

Makam tersebut dikenal sebagai makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat atau pun masyarakat umum di luar daerah Kabupaten Kendal, dengan berbagai fenomena yang tidak bisa dinalar oleh akal sehat manusia. Hal itu menjadi bukti sejarah bahwa Tumenggung Rajekwesi adalah salah satu Tumenggung dari Kerajaan Mataram yang berjasa untuk Kabupaten Kendal.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *