Kimia adalah Hasil Kreatif Sintesis

Kimia adalah Hasil Kreatif Sintesis

Segala yang dipelajari di kimia pada intinya akan mengerucut pada sintesis. Pengertian sintesis pada kimia adalah kegiatan melakukan reaksi kimia untuk memperoleh suatu produk kimia, ataupun beberapa produk. Hal ini terjadi berdasarkan peristiwa fisik dan kimia yang melibatkan satu reaksi atau lebih. Sintesis kimia merupakan suatu proses yang dapat direproduksi selama kondisi yang diperlukan terpenuhi.

Sintesis adalah hal paling kreatif yang dilakukan kimia. Kita belajar tentang pH, buffer, elektrokimia, stoikiometri, spektroskopi, dan metode-metode analisis lainnya, semua itu pada dasarnya elemen-elemen penyusun dalam suksesnya suatu sintesis.

Reaksi–reaksi dasar dalam kimia seperti oksidasi, reduksi, Grignard, Sandmayer, dan bahkan reaksi kopling kendaraan merupakan bagian-bagian pengetahuan fundamental dalam kimia sintesis.

Kalau kita ingat bahwa pemenang hadiah Nobel bidang kimia tahun 2010 ini adalah Richard F. Heck, Eichi Negishi dan Akira Suzuki tentang reaksi cross coupling yang dikatalisis oleh palladium (Pd) metal dalam kimia organik. Temuan ini sangat fundamental dalam reaksi kimia untuk menciptakan ikatan karbon-karbon dalam sintesis organik.

Satu sisi yang khas dalam sintesis adalah seni sintesis itu sendiri, karena pada dasarnya tidak hanya ada satu formulasi saja untuk sintesis suatu target molekul, melainkan banyak jalan yang bisa ditempuh. Istilah banyak jalan menuju Roma memang sangat cocok dengan falsafah sintesis.

Berikut ada contoh sederhana synthesis Vitamin C (asam L-ascorbat) yang merupakan hasil konversi satu step dari D-glukosa yang melibatkan proses oksidasi menggunakan asam hipoklorit (HOCl) dan menggunakan katalis cobalt oxide (Murphy et al. US Patent 005998634A).

Penemuan ini dikuatkan oleh Shenqing (2010) dengan langkah reaksi yang sama hanya saja menggunakan HCl dan Na2CO3 dalam metanol, dengan HOCl digenerasi secara insitu.

synthesis Vitamin C
synthesis Vitamin C

Metode pendekatan yang handal untuk merancang suatu sinthesis dikenal dengan “retrosintesis”, di mana kita mulai dari molekul target kemudian kita coba untuk memotong menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dikenali sebagai material awal yang tersedia baik secara komersial maupun tersedia di alam dalam jumlah melimpah.

Setiap langkah mundur tersebut dikenali sebagai proses transformasi yang kemudian dibalik nantinya menjadi langkah sintesis yang sesungguhnya. Ada dua pendekatan dalam retrosintesis ini, yaitu konvergen dan linear.

Dalam pendekatan konvergen dimungkinkan bisa ada lebih dari satu alternatif starting material, sementara dalam pendekatan linear hanya ada satu starting material. Perhatikan skema berikut ini untuk lebih jelasnya.

pendekatan konvergen

Metode sintesis di atas sangat berguna untuk sintesis senyawa-senyawa yang lebih kompleks terutama senyawa baru yang hasil screening bahan alam, misalnya curacin A diperoleh dari cyanobakteri laut yang menunjukkan aktivitas antitumor.

Sintesis senyawa kompleks membutuhkan planning yang bagus dan ilmu pengetahuan yang dalam tentang berbagai macam variasi reaksi. Hal ini merupakan tantangan bersama para ilmuwan untuk terus mengembangkan intelektualnya.

  • Dikutip dari tulisan Witri Wahyu Lestari, mahasiswi doktor bidang kimia anorganik di Universitaet Leipzig, Jerman, tentang “BELAJAR SINTESIS KIMIA DARI ALAM SEKITAR” yang dimuat pada majalah 1000guru.

 

Kimia adalah Hasil Kreatif Sintesis

Mdigital

Berbagi materi informasi dan pengetahuan digital online

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *