Asal Usul Satuan Hertz

Heinrich Hertz

Pada Desember 1888, seorang berkebangsaan Jerman, yaitu Mr. Heinrich Hertz menyampaikan di hadapan the Berlin Academy of Sciences tentang eksistensi gelombang elektromagnetik yang laporannya terangkum di dalam dokumen ini Über Strahlen elektrischer Kraft (On Radiation of Electric Power).

Teks ceramah tentang gelombang listrik disampaikan pada 13 Desember 1888, ini terkait Eksperimen kualitatif dilakukan oleh Hertz, di Politeknik Karlsruhe, tentang analogi antara gelombang listrik dan gelombang cahaya.

Eksperimen Hertz dengan gelombang elektromagnetik mengarah pada pengembangan telegraf nirkabel dan radio.

Gelombang listrik saat melalui prisma besar menunjukkan bahwa dapat membiaskan persis seperti gelombang cahaya. Itu memolarisasi gelombang listrik dengan mengarahkannya melalui kisi-kisi kabel paralel, dan difraksi dengan menginterupsi layar dengan lubang di dalamnya.

Gelombang listrik yang memantulkan dari dinding ruangan, mendapatkan gangguan antara yang asli dan gelombang yang dipantulkan. Dengan memfokuskan pada cermin cekung besar, akan memberikan bayangan listrik dengan melakukan hambatan.

Hasil ekspiremen Hertz kemudian dikumpulkan dengan karya eksperimental dan teoretis Hertz lainnya tentang listrik di Untersuchungen uber die Ausbreitung der elektrischen Kraft, untuk memperluas dan memperjelas teori elektromagnetik cahaya yang telah diajukan oleh Fisikawan Inggris James Maxwell pada tahun 1884.

Gelombang elektromagnetik tersebut kemudian kita nikmati sekarang dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk komunikasi nirkabel seluler 2G/3G/4G, radio FM, TV, remote mobil, dll.

Untuk mengenang jasa beliau, diabadikanlah namanya menjadi satuan frekuensi, yaitu Hertz atau disingkat dengan notasi Hz.

 

Asal Usul Satuan Hertz

Mdigital

Berbagi materi informasi dan pengetahuan digital online

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *